IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENDAMPINGAN OLEH PSM BLM AMBON


  Senin, 24 Februari 2020 BERITA

(22/02) Penggerak Swadaya Masyarakat BLM Ambon telah melaksanakan Identifiaksi Kebutuhan Pendampingan untuk masyarakat desa yang tersebar dalam dua kecamatan, yaitu Kecamatan Baguala dan Kecamatan Salahutu. Kegiatan ini dilakukan dengan mengumpulkan data melalui wawancara bersama kepala pemerintah (Camat). Identifikasi tersebut diorientasikan untuk pendampingan BUMDES (Badan Usaha Milik Desa). Identifikasi kebutuhan pendampingan bertujuan untuk mencari tahu berbagai macam kendala dan permasalahan yang terjadi pada BUMDES. 

Secara garis besar, terdapat lima pokok persoalan yang dialami oleh masyarakat sasaran, yaitu perencanaan usaha, pengelolaan usaha, pengembangan produk, peningkatan SDM, dan perencanaan yang belum berstandar akuntansi. 

Joshoa Salmon Marlissa, sebagai koordinator PSM BLM Ambon mengungkapkan, meskipun BUMDES telah beroperasi, namun masih memerlukan pendampingan dalam hal pengelolaan usaha. Hal tersebut disebabkan karena usaha yang tidak terencana, sehingga BUMDES tidak terorganisisr dengan baik dan usaha tidak berjalan dengan baik. 

Beberapa produk BUMDES yang telah beroperasi diantaranya adalah wine pala, penyewaan sarana pertunjukan (tenda), kafe, pariwisata desa, ikan asap, sambal ikan, abon ikan, wisata mangrove, dan sebagainya.

Implikasi dari identifikasi kebutuhan pendampingan ini adalah diperolehnya data untuk merancang pendampingan yang akan difasilitasi oleh seluruh Penggerak Swadaya Masyarakat di lingkungan BLM Ambon, meliputi materi, teknis, fasilitator, hingga output yang diharapkan, sehingga kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat secara berkelanjutan.